Banyuputih Kidul Jatiroto, 02 Agustus 2026, – MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Asesmen Formatif Berbasis Digital yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer madrasah. Kegiatan ini dijadwalkan secara bertahap untuk setiap mata pelajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas evaluasi pengalaman belajar yang lebih efektif, modern, dan ramah lingkungan.
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di santri putri kelas 8 menjadi yang pertama melaksanakan asesmen formatif berbasis digital pada tahun ajaran ini. Seluruh peserta didik mengikuti asesmen dengan memanfaatkan perangkat komputer yang telah disiapkan oleh madrasah. Suasana laboratorium tampak tertib dan penuh semangat, sementara para guru melakukan pendampingan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Guru mata pelajaran IPA di santri putri, Bapak Dimas Widya Afriadi, S.Pd., mengungkapkan bahwa pelaksanaan asesmen formatif berbasis digital memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik. Menurutnya, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak awal pelaksanaan hingga asesmen selesai.
“Peserta didik terlihat sangat antusias mengerjakan soal-soal yang diberikan. Sistem berbasis digital memberikan pengalaman baru yang lebih menarik dan menantang sehingga mereka lebih termotivasi untuk menyelesaikan setiap soal dengan maksimal. Selain itu, proses penilaian juga menjadi lebih efektif dan efisien,” jelas beliau.
Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas terlaksananya asesmen harian berbasis digital tersebut. Beliau menilai bahwa transformasi digital dalam pengalaman belajar murid merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan zaman sekaligus meningkatkan literasi teknologi di lingkungan madrasah.
“Asesmen berbasis digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menciptakan proses pembelajaran yang inovatif, transparan, dan berkualitas. Kami berharap seluruh guru dapat terus mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter yang menjadi identitas madrasah,” tutur beliau.
Pelaksanaan asesmen ini sekaligus menjadi implementasi nyata Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diterapkan di MTs Miftahul Ulum. Melalui pendekatan tersebut, teknologi dimanfaatkan bukan hanya sebagai media evaluasi, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan rasa tanggung jawab, kejujuran, disiplin, serta kecintaan peserta didik terhadap proses belajar. Dengan pendampingan guru yang humanis, asesmen digital menjadi ruang bagi siswa untuk berkembang secara akademik sekaligus membangun karakter positif.
Ke depan, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto berharap pelaksanaan asesmen formatif berbasis digital dapat diterapkan secara menyeluruh pada seluruh mata pelajaran dan terus disempurnakan dari waktu ke waktu. Madrasah berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berpijak pada nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Seluruh ikhtiar tersebut diarahkan untuk mewujudkan visi madrasah, yaitu “Mewujudkan Generasi Unggul dalam IMTAQ, IPTEK, dan Berakhlaqul Karimah,” sehingga lahir generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan dan keimanan yang kuat.

