Banyuputih Kidul Jatiroto, 17 September 2026– Semangat mengembangkan bakat, minat, dan karakter peserta didik terus dilakukan oleh MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto. Salah satunya melalui kegiatan seleksi murid baru untuk mengikuti ekstrakurikuler Al-Banjari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi seni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap shalawat dan seni musik Islami.
Proses seleksi dilaksanakan selama 2 hari, yakni selasa-rabu di ruang Ekstrakurikuler Madrasah dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan antusiasme. Para murid baru mengikuti arahan pembina, mengenal alat musik rebana, serta mencoba menunjukkan minat dan kemampuan mereka dalam memainkan instrumen Al-Banjari. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi murid untuk berani tampil dan berinteraksi dengan teman-teman barunya.


Ekstrakurikuler Al-Banjari memiliki nilai lebih dari sekadar kegiatan seni. Dalam proses latihan, para murid belajar tentang kekompakan, kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, percaya diri, dan kerja sama. Mereka juga dikenalkan dengan lantunan shalawat sebagai bagian dari tradisi keagamaan yang hidup di lingkungan madrasah dan pesantren.
Baca juga : Bekali Murid Hadapi TKA, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Serahkan Buku “TKA ACADEMY”
Ustad Wildan Zakaria dkk, selaku pembina ekstrakurikuler Al-Banjari, menyampaikan bahwa proses seleksi menjadi langkah awal untuk mengenali potensi dan minat murid sebelum mengikuti pembinaan secara lebih intensif.
“Seleksi ini bukan semata-mata untuk mencari murid yang sudah bisa memainkan Al-Banjari, tetapi kami ingin melihat minat, kemauan, dan potensi yang dimiliki anak-anak. Yang belum bisa tentu akan kami bimbing dari dasar. Yang paling penting adalah mereka mau belajar, disiplin mengikuti latihan, dan mampu bekerja sama dengan teman-temannya,” ungkapnya.
Menurutnya, Al-Banjari juga dapat menjadi media pendidikan karakter bagi peserta didik.
“Di dalam Al-Banjari ada kebersamaan. Satu orang tidak bisa berjalan sendiri. Setiap pemain memiliki peran dan harus mengikuti irama bersama. Dari sini anak-anak belajar tentang kekompakan, tanggung jawab, kesabaran, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada shalawat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan seleksi tersebut. Menurutnya, madrasah perlu memberikan ruang yang luas bagi peserta didik untuk berkembang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
“Anak-anak tidak hanya memiliki potensi di bidang akademik. Ada yang memiliki bakat dalam olahraga, seni, kepemimpinan, maupun bidang lainnya. Karena itu, madrasah harus hadir memberikan ruang agar setiap potensi tersebut dapat berkembang dengan baik,” tutur beliau.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan Al-Banjari memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan karakter dan lingkungan pendidikan madrasah.
“Al-Banjari bukan hanya tentang seni dan penampilan. Di dalamnya ada shalawat, kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak. Kami berharap anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler ini dapat berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, kompak, serta tetap memiliki kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman,” jelasnya.
Seleksi murid baru tersebut menjadi langkah awal untuk membentuk tim Al-Banjari yang nantinya diharapkan dapat mengikuti berbagai kegiatan madrasah maupun tampil dalam momentum keagamaan di lingkungan madrasah bahkan dimasyarakat.
Baca juga : Meriah dan Penuh Inspirasi, MATAMUDA 2026 MTs Miftahul Ulum Resmi Ditutup
Ke depan, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatirotoberharap ekstrakurikuler Al-Banjari dapat berkembang menjadi salah satu wadah unggulan dalam pengembangan bakat dan karakter peserta didik sesuai dengan Visi Madrasah “Mewujudkan Generasi Unggul dalam IMTAQ, IPTEK dan Berakhlaqul Karimah”. Madrasah berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan ruang latihan yang terarah agar kemampuan para murid dapat berkembang secara bertahap.
Dari lantunan rebana yang sederhana, tersimpan sebuah proses pendidikan yang bermakna: Belajar bersama, Tumbuh bersama, Bershalawat bersama, dan Membangun Karakter bersama

