Banyuputih Kidul Jatiroto, 15 Oktober 2026, – Semangat transformasi digital dalam dunia pendidikan terus ditunjukkan oleh MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, seluruh guru madrasah mengikuti kegiatan pengisian platform MAGIS (Madrasah Digital Supervision) secara bersama-sama di Laboratorium Komputer MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul pada jam 13.00 WIB- selesai atau dilaksanakan setelah proses KBM selesai.. Kegiatan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam mendukung digitalisasi supervisi pendidikan sekaligus memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
MAGIS merupakan platform supervisi digital yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mendukung proses pengawasan, pendampingan, dan refleksi pembelajaran di lingkungan madrasah. Melalui platform ini, guru dapat mengisi instrumen yang berkaitan dengan kondisi pembelajaran dan refleksi pelaksanaan tugasnya. Data tersebut menjadi bagian dari upaya membangun supervisi yang lebih terarah, sistematis, dan berorientasi pada perbaikan kualitas pendidikan.
Pelaksanaan pengisian secara bersama-sama di laboratorium komputer mencerminkan semangat kolaborasi dan kesiapan para pendidik dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Setiap guru melakukan pengisian instrumen sesuai dengan kondisi nyata pembelajaran yang diampu. Selain membantu kelancaran proses pengisian, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa evaluasi dan refleksi merupakan bagian penting dari profesionalitas seorang guru.


Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa pemanfaatan MAGIS diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi digital semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
“Pengisian MAGIS merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu madrasah. Saya berharap seluruh guru dapat mengisi instrumen dengan jujur, objektif, dan sesuai kondisi pembelajaran yang sebenarnya. Jadikan proses ini sebagai sarana refleksi untuk memperbaiki kekurangan, mengembangkan potensi, serta menghadirkan pembelajaran yang semakin berkualitas bagi peserta didik,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Waka Kurikulum Bapak Erik Abdul Aziz, S.Pd., menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh guru dalam mendukung program digitalisasi Kementerian Agama. Menurutnya, pengisian MAGIS perlu dipahami sebagai bagian dari budaya evaluasi yang mendorong guru terus meningkatkan kompetensi, menyusun langkah perbaikan, dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.
Baca juga : Merawat Cinta Rasul melalui Lantunan Selawat, Ekstrakurikuler Al-Banjari MTs Miftahul Ulum Terus Berkembang
Sementara itu, Bapak Heri Cahyono, S.Pd salah satu guru PPKN MTs Miftahul Ulum, menyampaikan bahwa pelaksanaan pengisian secara bersama-sama membantu guru lebih fokus dan saling mendukung ketika menghadapi kendala teknis. Ia berharap pemanfaatan teknologi seperti MAGIS dapat semakin memudahkan proses refleksi dan pendampingan bagi para pendidik.


Melalui kegiatan ini, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul berharap tumbuh budaya kerja yang profesional, terbuka terhadap evaluasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya tersebut sejalan dengan visi madrasah, yaitu “Mewujudkan Generasi Unggul dalam Imtaq, Iptek dan Berakhlakul Karimah.” Dengan sinergi seluruh guru dan dukungan pimpinan madrasah, transformasi digital diharapkan menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan pembelajaran yang bermutu, berkarakter, dan semakin bermakna bagi generasi masa depan.

