Lima Guru MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Ikuti BIMTEK Kurikulum Berbasis Cinta di MTs Syarifuddin Wonorejo

Sebanyak lima guru dari MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan di Aula MTs Syarifuddin Wonorejo (Kamis, 7 Mei 2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh KKMTs Wilker 2 sebagai tindak lanjut dari BIMTEK KBC tingkat Kabupaten Lumajang yang sebelumnya telah digelar beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah agar dapat diterapkan secara optimal dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi penting mengenai konsep dasar Kurikulum Berbasis Cinta, mindset guru terhadap KBC, implementasi PANCA CINTA KBC, hingga praktik pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, penghormatan, toleransi, dan pembentukan karakter peserta didik. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh semangat.

Ketua KKMTs Wilker 2, Bapak Mujiono, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sesi ketiga yang dilaksanakan oleh pihaknya. Menurut beliau, seluruh guru madrasah di wilayah kerja 2 diharapkan mampu memahami secara mendalam tujuan dan esensi Kurikulum Berbasis Cinta sehingga penerapannya tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar hadir dalam budaya belajar di madrasah.

“Harapan kami, seluruh guru dapat mengimplementasikan KBC sesuai dengan lima panca KBC sehingga tercipta lingkungan belajar yang nyaman, humanis, dan penuh nilai karakter,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu peserta dari MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Fathoni, S.Pd.I., mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa mendapatkan banyak pengalaman dan motivasi baru untuk lebih mendalami konsep Kurikulum Berbasis Cinta demi meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi praktik pembelajaran. Bahkan, Bapak Fathoni menjadi salah satu peserta yang paling aktif dalam diskusi maupun praktik yang dilaksanakan. Nuansa kegiatan yang diwarnai dengan penggunaan sarung bagi guru laki-laki juga memberikan suasana tersendiri. Hal tersebut seakan membangkitkan kembali semangat para peserta layaknya seorang santri ketika menimba ilmu di pondok pesantren.

Sementara itu, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., memberikan apresiasi atas semangat para guru yang mengikuti BIMTEK tersebut. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran sehingga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, serta berprestasi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *