Dari Limbah Jadi Karya Bernilai! Siswi MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Sulap Kardus Bekas Menjadi Miniatur Rumah Kreatif

Semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan tampak jelas dalam pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran Prakarya di MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. Siswi kelas 9 madrasah tersebut menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui pemanfaatan barang bekas berupa limbah kardus menjadi miniatur rumah yang unik, menarik, dan penuh nilai edukasi. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Selasa, 12 Mei hingga Sabtu, 16 Mei 2026, dan menjadi salah satu agenda akhir sekaligus syarat kelulusan bagi siswi kelas 9.

Berbeda dari ujian praktik pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir karya, melainkan lebih mengedepankan proses pembelajaran yang bermakna. Dalam setiap kelompok, para siswi dituntut untuk mengembangkan kreativitas, membangun kekompakan, meningkatkan kedisiplinan waktu, hingga belajar bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

Suasana pelaksanaan ujian praktik terlihat penuh antusiasme. Kardus bekas yang sebelumnya dianggap limbah tak berguna, di tangan para siswi berubah menjadi miniatur rumah dengan berbagai desain menarik. Ada yang membuat rumah sederhana khas pedesaan, rumah modern bertingkat, hingga miniatur rumah bernuansa tradisional dengan sentuhan dekorasi kreatif. Berbagai bahan tambahan seperti kertas warna, lem, cat, dan ornamen sederhana semakin mempercantik hasil karya mereka.

Tidak hanya menjadi ajang menunjukkan keterampilan, ujian praktik ini juga menjadi sarana pendidikan karakter yang sejalan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Melalui kegiatan tersebut, para siswi diajak untuk memiliki rasa cinta terhadap lingkungan dengan memanfaatkan limbah menjadi barang bernilai guna, sekaligus menanamkan sikap peduli terhadap kebersihan sekitar.

Koordinator ujian praktik, Bapak Hasim Ashari, S.Pd, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dirancang untuk mengasah berbagai aspek kemampuan peserta didik, bukan sekadar mengejar hasil karya terbaik.

Menurutnya, proses menjadi poin utama dalam penilaian. Kreativitas siswa dalam menuangkan ide, kekompakan antarteman dalam kelompok, disiplin menyelesaikan tugas tepat waktu, hingga tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan menjadi bagian penting yang diperhatikan selama ujian berlangsung.

“Tentunya kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membentuk karakter mereka agar lebih kreatif, peduli lingkungan, mampu bekerja sama, dan bertanggung jawab. Hal ini sangat relevan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang sedang diterapkan,” ungkap beliau.

Sementara itu, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S,Pd.I., M.Pd turut memberikan apresiasi atas semangat para siswi dalam mengikuti ujian praktik prakarya tersebut.

Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di madrasah tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada penguatan keterampilan hidup dan pendidikan karakter.

“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, peserta didik mampu memahami bahwa barang bekas bukan sekadar limbah, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Lebih dari itu, kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan, kreativitas, kerja sama, serta sikap disiplin sebagai bekal mereka di masa depan,” tuturnya.

Melalui ujian praktik ini, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang kreatif, inovatif, dan berlandaskan nilai kepedulian terhadap lingkungan sesuai semangat Kurikulum Berbasis Cinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *