Banyuputih Kidul Jatiroto, 16 Juli 2026 – Gema shalawat kembali menggema di lingkungan MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto melalui kegiatan ekstrakurikuler seni hadrah/Al-Banjari. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen madrasah dalam menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitasnya, khususnya dalam bidang seni Islami.
Ekstrakurikuler Al-Banjari dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin dan Kamis setelah seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa yang memiliki ketertarikan terhadap seni hadrah, musik Islami, dan vokal.
Baca Juga : Menuju Madrasah Digital, MTs Miftahul Ulum Bekali Siswa dengan Keterampilan Komputer dan Multimedia
Dalam setiap sesi latihan, para peserta mendapatkan bimbingan secara langsung dari pembina ekstrakurikuler yang merupakan alumni MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap arahan dan mempraktikkan materi yang diberikan. Sebagian peserta fokus mengembangkan keterampilan memainkan alat musik hadrah, sementara peserta lainnya berlatih seni vokal dan olah suara.
Tidak sekadar mengembangkan keterampilan seni, kegiatan Al-Banjari juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, siswa belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kekompakan, dan keberanian untuk tampil di hadapan orang lain.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan erat dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Melalui seni Al-Banjari dan lantunan shalawat, siswa diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kecintaan terhadap seni dan budaya Islami, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama. Nilai-nilai cinta tersebut diharapkan dapat tumbuh melalui proses pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna.
Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para siswa.
“Ekstrakurikuler Al-Banjari merupakan kegiatan yang sangat positif. Selain mengembangkan bakat seni siswa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Melalui shalawat dan seni Islami, anak-anak dapat belajar mencintai Nabi Muhammad SAW, mencintai sesama, serta membangun karakter yang berakhlakul karimah,” ungkapnya.
Salah satu siswa anggota ekstrakurikuler Al-Banjari mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya sangat senang mengikuti latihan Al-Banjari karena bisa belajar memainkan hadrah dan bersholawat bersama teman-teman. Selain menyenangkan, kegiatan ini juga membuat kami semakin kompak dan lebih percaya diri,” tuturnya.
Dengan semangat yang terus tumbuh, ekstrakurikuler Al-Banjari diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan potensi siswa sekaligus memperkuat karakter Islami dan budaya pendidikan berbasis cinta di MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul.




