Banyuputih Kidul Jatiroto, 03 Agustus 2026, -Dalam upaya meningkatkan kualitas pengalaman belajar sekaligus memperkuat profesionalisme tenaga pendidik, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Bapak Abd. Halim, S.Pd., mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Perdana Tahun Ajaran 2026–2027. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai forum awal penyusunan program kerja MGMP yang akan menjadi pedoman pelaksanaan berbagai kegiatan pengembangan kompetensi guru PJOK selama satu tahun ajaran ke depan.
MGMP perdana ini dihadiri oleh seluruh guru PJOK dari berbagai madrasah yang tergabung dalam KKMTs Wilayah Kerja (Wilker) II Kabupaten Lumajang. Melalui forum ini, para peserta berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyusun berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran PJOK agar semakin relevan dengan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan murid madrasah.
Keikutsertaan guru MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto dalam kegiatan MGMP merupakan bentuk komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Bagi MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, MGMP bukan sekadar forum koordinasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkaya wawasan, berbagi praktik baik, menyelaraskan perangkat pembelajaran, hingga melahirkan inovasi pembelajaran yang kreatif, efektif, dan berpusat pada peserta didik.
Hal tersebut sejalan dengan visi Madrasah, yaitu “Mewujudkan Generasi Unggul dalam IMTAQ, IPTEK, dan Berakhlaqul Karimah.” Guru yang terus meningkatkan kompetensinya akan mampu menghadirkan pengalaman belajar bagi murid madrasah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kebugaran jasmani, tetapi juga membentuk karakter disiplin, sportivitas, tanggung jawab, kerja sama, serta akhlak mulia yang menjadi nilai utama dalam kehidupan peserta didik.
Selain itu, keikutsertaan dalam MGMP juga menjadi implementasi nyata Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diterapkan di madrasah. Melalui pendekatan KBC, guru diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang dilandasi nilai kasih sayang, penghargaan terhadap potensi setiap peserta didik, serta membangun hubungan belajar yang humanis dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran PJOK tidak hanya menjadi aktivitas fisik semata, melainkan juga media pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap sesama.
Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., memberikan apresiasi atas keikutsertaan Bapak Abd. Halim dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, setiap guru memiliki tanggung jawab untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu memberikan layanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan Bapak Abd. Halim dalam MGMP PJOK perdana ini. Forum MGMP merupakan wadah yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas guru melalui kolaborasi, berbagi pengalaman, dan penyusunan program kerja yang terarah. Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga mampu melahirkan peserta didik yang sehat, berprestasi, berkarakter, serta selaras dengan visi madrasah dan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta,” ungkap beliau.
Melalui partisipasi aktif guru dalam berbagai forum pengembangan profesi seperti MGMP, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Sinergi antara peningkatan kompetensi guru, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, dan penguatan visi madrasah diharapkan mampu mewujudkan generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.



