Banyuputih Kidul Jatiroto, 14 Agustus 2026, — MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto kembali menggelar kegiatan anjangsana guru bulanan sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkuat ukhuwah di antara keluarga besar madrasah. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, tersebut bertempat di kediaman Bapak Su’udi, S.Pd.I., Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Anjangsana kali ini terasa lebih istimewa karena dikemas dengan kegiatan istigosah bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Nuansa peringatan kemerdekaan semakin memberikan makna tersendiri, karena kegiatan tidak hanya menjadi momentum mempererat hubungan antarguru, tetapi juga menjadi sarana memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan bangsa dan negara.
Menariknya, pada pelaksanaan kali ini program anjangsana mengusung nama TAWASUL, akronim dari “Temu Akrab Wadah Silaturahmi Ukhwah Lintas Guru.” Nama tersebut juga memiliki makna yang selaras dengan bahasa Arab tawassul, yang secara sederhana dapat dimaknai sebagai upaya mendekatkan diri dan menyambungkan hubungan. Dalam konteks kegiatan madrasah, TAWASUL menjadi simbol semangat untuk terus menyambung silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan membangun kebersamaan lintas guru.
Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa anjangsana merupakan salah satu program yang memiliki nilai penting bagi keluarga besar madrasah.
“Anjangsana bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi pengalaman, memperkuat komunikasi, dan membangun rasa kekeluargaan. Melalui TAWASUL ini, kami berharap ukhuwah antarguru semakin kuat sehingga berdampak positif terhadap kemajuan madrasah,” ungkapnya.
Sementara itu, tuan rumah Bapak Su’udi, S.Pd.I., mengaku bersyukur dan merasa senang dapat menjadi tempat pelaksanaan kegiatan TAWASUL. Menurutnya, kehadiran para guru di kediamannya menjadi sebuah kehormatan sekaligus momentum berharga untuk mempererat persaudaraan.
Ke depan, ia berharap kegiatan anjangsana dapat terus dilaksanakan secara rutin dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh keluarga besar madrasah. Ia juga berharap setiap pertemuan dapat menjadi ruang untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan solusi demi kemajuan bersama.
Madrasah pun berharap program TAWASUL dapat menjadi budaya positif yang terus terjaga. Tidak hanya sebagai kegiatan rutin bulanan, tetapi juga sebagai wadah membangun solidaritas, meningkatkan kekompakan, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan kepedulian antarwarga madrasah. Dengan semangat silaturahmi dan kebersamaan, keluarga besar MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul diharapkan semakin solid dalam mewujudkan madrasah yang unggul dalam IMTAQ, IPTEK, dan berakhlaqul karimah.





