Banyuputih Kidul Jatiroto, 18 Agustus 2026— Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui doa dan ikhtiar untuk membangun generasi penerus bangsa yang beriman, berakhlak, dan berprestasi. Semangat tersebut diwujudkan oleh MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto melalui kegiatan Istigosah Akbar dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-81.
Kegiatan berlangsung khidmat di Gedung Madrasah bagian Timur lantai 2 dan diikuti oleh seluruh murid, guru, tenaga kependidikan, para wakil kepala madrasah, serta Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua 1 Yayasan Miftahul Ulum, H. Sholeh Ardiansyah, serta Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) YMU, Bapak Dr. Zainuddin.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan tawassul yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd. Tawassul secara khusus ditujukan kepada seluruh masyayikh dan pendiri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, para guru, murid, serta seluruh santri. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah mengajak seluruh peserta menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memperkuat semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif.

Suasana kemudian semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon. Lantunan kedua lagu tersebut membangkitkan semangat nasionalisme sekaligus meneguhkan kecintaan peserta terhadap tanah air dan nilai-nilai perjuangan.

Memasuki acara inti, seluruh peserta mengikuti pembacaan Istigosah yang dipimpin oleh Bapak H. Farid Gufron, M.Pd. Doa bersama tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar madrasah untuk memohon keberkahan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan aktivitas pendidikan, serta kemajuan MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul.

Nuansa religius semakin terasa ketika Tim Hadrah Ekstrakurikuler MTs Miftahul Ulum memandu pembacaan Sholawat Nabi. Para murid mengikuti lantunan sholawat dengan penuh antusias. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta membangun karakter murid melalui nilai-nilai religius.

Selanjutnya, Bapak Dr. Zainuddin menyampaikan ijtihad, arahan, sejarah kemerdekaan Republik Indonesia, serta pengetahuan mengenai pelaksanaan Maulid Nabi. Penyampaian tersebut memberikan pemahaman bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dihargai dan diisi dengan prestasi.

Dalam konteks kehidupan murid masa kini, nilai perjuangan tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan belajar, disiplin, menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta bijak memanfaatkan teknologi dan media sosial. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada peringatan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Salah satu murid kelas IX C, Ananda Davi, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut. Menurutnya, Istigosah Akbar membuat dirinya semakin memahami pentingnya bersyukur atas kemerdekaan dan mendoakan kebaikan bagi madrasah. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena dapat mempererat kebersamaan antara murid dan guru.
Hal senada disampaikan M. Darul Fikri Ramadhan, murid kelas IX C. Ia merasa kegiatan tersebut memberikan ketenangan sekaligus motivasi untuk lebih giat belajar. Baginya, perjuangan para pahlawan harus dijadikan inspirasi agar generasi muda mampu mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan perilaku yang positif.
Sementara itu, Waka Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia, Bapak Muhammad Hamiduddin, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan Istigosah Akbar diharapkan memberikan dampak nyata bagi seluruh keluarga besar madrasah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu membangun kesadaran spiritual, nasionalisme, kebersamaan, dan semangat berprestasi para murid. Dari doa dan kebersamaan inilah kami berharap lahir energi positif untuk membawa madrasah semakin maju,” ungkapnya.
Madrasah berharap kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat karakter seluruh warga madrasah. Dengan menggabungkan nilai spiritual, semangat nasionalisme, pendidikan karakter, dan budaya prestasi, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul optimistis dapat terus berkembang menjadi madrasah yang semakin unggul dan mampu mencetak generasi berilmu, berprestasi, serta berakhlakul karimah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Halimi, S.Pd.I. Seluruh peserta mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan, seraya memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian dan keberkahan serta MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul semakin maju dalam mencetak generasi penerus bangsa.



