Al-Banjari MTs Miftahul Ulum: Bershalawat, Berkarya, dan Menumbuhkan Akhlakul Karimah

Banyuputih Kidul Jatiroto, 03 Oktober 2026 – Lantunan shalawat berpadu dengan ketukan rebana terdengar dalam suasana latihan ekstrakurikuler Al-Banjari di MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Lumajang. Dengan penuh semangat, para murid mengikuti setiap irama dan melatih kekompakan dalam memainkan alat musik rebana serta melantunkan shalawat. Bagi mereka, latihan bukan sekadar mengasah keterampilan seni, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar disiplin, bekerja sama, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Al-Banjari menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan yang dikembangkan madrasah sebagai bagian dari upaya memberikan ruang kepada para murid untuk menemukan dan mengembangkan potensi mereka. Kegiatan ini selaras dengan visi MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, yaitu “Mewujudkan Generasi Unggul dalam Imtaq, Iptek dan Berakhlakul Karimah.”

Melalui Al-Banjari, murid-murid tidak hanya diarahkan untuk mampu memainkan rebana dan bernyanyi secara harmonis. Lebih dari itu, mereka dibiasakan untuk memiliki tanggung jawab, menjaga kedisiplinan, menghargai peran teman, serta berani tampil di hadapan orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang percaya diri sekaligus berakhlakul karimah.

Baca juga : Tiga Siswa MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Tumbuhkan Keberanian Berkarya di Lomba Cipta dan Baca Puisi Gatra Kodim Lumajang

Kegiatan ini diikuti oleh murid-murid dari kelas VII, VIII, dan IX yang telah melalui proses seleksi. Perpaduan antarkelas tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam proses latihan. Peserta didik belajar membangun kekompakan lintas jenjang, saling membantu, dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam satu kelompok.

Untuk menjaga kemampuan dan kekompakan tim, ekstrakurikuler Al-Banjari dilaksanakan secara rutin setiap Kamis dan Sabtu. Latihan dilakukan secara konsisten untuk mengembangkan kemampuan vokal, ketepatan tempo, teknik memainkan rebana, koordinasi antarpemain, hingga kesiapan tampil sebagai sebuah kelompok.

Pembina ekstrakurikuler Al-Banjari, Ustad Muhammad Fariq Zamani, S.H menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan bermusik.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya terampil memainkan rebana dan melantunkan shalawat, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan adab. Latihan yang dilakukan secara rutin menjadi proses untuk membentuk karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap shalawat dan Rasulullah SAW.” Ungkapnya.

Baca juga : Asah Kepercayaan Diri, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Matangkan Persiapan Pidato Bahasa Indonesia untuk PORSENI

Sementara itu, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa madrasah berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi.

“Pendidikan tidak hanya tentang kemampuan akademik. Seni, kreativitas, kerja sama, dan pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang unggul. Al-Banjari menjadi salah satu wadah untuk menguatkan Imtaq sekaligus akhlakul karimah sesuai dengan visi madrasah,” tuturnya.

Dalam kultur pendidikan yang dekat dengan tradisi pesantren, lantunan shalawat melalui Al-Banjari juga menjadi sarana menjaga dan mengenalkan seni Islami kepada generasi muda. Semangat tersebut sejalan dengan nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), terutama dalam menumbuhkan cinta kepada Allah SWT., Rasulullah SAW., sesama, serta kecintaan terhadap proses belajar dan pengembangan potensi diri.

Ke depan, madrasah berharap ekstrakurikuler Al-Banjari terus berkembang menjadi ruang tumbuh bagi bakat dan karakter murid. Dengan latihan yang konsisten, semangat kebersamaan, dan kecintaan terhadap shalawat, tim Al-Banjari diharapkan mampu tampil dalam berbagai kegiatan madrasah maupun kegiatan keagamaan.

Sebab, Al-Banjari bukan sekadar tentang memainkan rebana. Di balik setiap ketukan dan lantunan shalawat, terdapat proses belajar tentang kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, kreativitas, dan akhlakul karimah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *