Menata Goresan, Menata Harapan: Peserta Didik MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Bersiap Berlaga di PORSENI

Banyuputih Kidul Jatiroto, 04 Oktober 2026, – Jelang siang, suasana di ruang ekstrakurikuler MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Lumajang, tampak berbeda. Tidak terdengar riuh seperti biasanya. Para peserta didik justru larut dalam keheningan yang penuh konsentrasi. Di hadapan mereka, lembaran kertas menjadi ruang untuk menuangkan kreativitas melalui setiap goresan kaligrafi.

Dengan alat tulis di tangan, mereka perlahan membentuk huruf demi huruf. Goresan yang kurang tepat diperhatikan kembali, komposisi diperbaiki, sementara bentuk tulisan terus disempurnakan. Sesekali peserta didik berhenti sejenak untuk mengamati hasil karyanya sebelum kembali melanjutkan latihan. Begitulah suasana pembinaan cabang seni Kaligrafi MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul pada Ahad, 4 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan madrasah menghadapi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat KKMTs Wilker-2 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026mendatang. Waktu yang semakin dekat menjadi penyemangat bagi peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan dan mematangkan kesiapan sebelum memasuki arena perlombaan.

Baca juga : Tiga Siswa MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Tumbuhkan Keberanian Berkarya di Lomba Cipta dan Baca Puisi Gatra Kodim Lumajang

Pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghasilkan tulisan yang indah. Peserta didik juga dilatih untuk memiliki ketelitian, kesabaran, konsentrasi, kreativitas, serta kemampuan mengatur komposisi karya. Dalam seni kaligrafi, satu goresan kecil dapat memengaruhi keseluruhan bentuk tulisan. Karena itu, ketekunan menjadi bagian penting dari setiap proses latihan.

Lebih dari sekadar persiapan lomba, kaligrafi menjadi salah satu media bagi peserta didik untuk semakin mengenal dan mencintai seni Islam. Keindahan huruf yang ditorehkan bukan hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga mengajarkan nilai kesabaran, kedisiplinan, ketelitian, dan penghargaan terhadap keindahan ayat-ayat Al-Qur’an.

Pembina, Ustad Wildan menyampaikan bahwa kemampuan peserta didik terus diarahkan melalui latihan yang konsisten. Tantangan terbesar bukan hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga membangun mental agar peserta didik mampu tetap tenang, percaya diri, dan fokus ketika menghadapi perlombaan.

Sementara itu, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap proses pembinaan yang dilakukan. Menurutnya, setiap potensi peserta didik perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Prestasi tidak lahir secara instan. Ada proses latihan, ketekunan, keberanian dan pengalaman yang harus dilalui. Kami berharap anak-anak tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang disiplin, percaya diri, sportif dan berakhlak,” ungkapnya.

Baca juga : Bersama dalam Doa, Bersatu dalam Ukhuwah : Tradisi Sederhana untuk Merawat Ukhuwah dan Keberkahan

PORSENI bagi madrasah bukan sekadar arena untuk menentukan siapa yang terbaik. Lebih jauh, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar berkompetisi secara sehat, menguji kemampuan, membangun keberanian, sekaligus membawa nama baik madrasah.

Dengan waktu menuju 28 Oktober yang terus berjalan, setiap goresan yang lahir dari ruang ekstrakurikuler menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju panggung kompetisi. MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul terus mendorong peserta didiknya untuk berprestasi, berakhlak, dan percaya dirisesuai dengan Visi Madrasah, karena sejatinya prestasi terbaik tumbuh dari proses yang dijalani dengan tekun, doa, dan semangat pantang menyerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *