Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, MTs Miftahul Ulum Ikuti Pelaksanaan Responden Sahabat KBC Secara Daring

Banyuputih Kidul Jatiroto, 17 Oktober 2026,– Komitmen dalam mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus ditunjukkan oleh MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang. Melalui pelaksanaan responden Sahabat KBC, madrasah ini turut berpartisipasi dalam upaya memperkuat penerapan nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan serentak di Laboratorium Komputer MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, dengan melibatkan 58 peserta didik kelas VIII dan tiga orang guru sebagai responden, pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kesungguhan. Seluruh peserta didik mengikuti tahapan pengisian responden melalui perangkat komputer yang tersedia di laboratorium. Tiga guru yang turut berpartisipasi juga mengikuti kegiatan sesuai dengan arahan dan mekanisme yang telah ditentukan. Pelaksanaan secara bersama-sama ini menjadi bentuk dukungan madrasah terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang program pendidikan.

Responden Sahabat KBC menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai pemahaman, pengalaman, dan penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Melalui partisipasi guru dan peserta didik, diharapkan berbagai masukan yang terkumpul dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan KBC agar semakin sesuai dengan kebutuhan warga madrasah.

Baca juga : Merawat Cinta Rasul melalui Lantunan Selawat, Ekstrakurikuler Al-Banjari MTs Miftahul Ulum Terus Berkembang

Kurikulum Berbasis Cinta sendiri menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, serta pembentukan akhlak mulia. Nilai-nilai tersebut selaras dengan karakter pendidikan madrasah yang memadukan ilmu pengetahuan, keimanan, dan budaya pesantren.

Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan guru dan peserta didik dalam kegiatan ini merupakan langkah positif untuk mendukung penguatan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter.

“Kami berharap pelaksanaan responden Sahabat KBC ini tidak hanya menjadi kegiatan pengisian secara daring, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan bagaimana nilai-nilai cinta benar-benar hadir dalam kehidupan madrasah. Pendidikan harus mampu membangun generasi yang cerdas, berakhlak mulia, memiliki kepedulian, dan menghargai sesama,” ungkapnya.

Baca juga : Perkuat Mutu Pembelajaran Berbasis Digital, Seluruh Guru MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Kompak Isi Platform MAGIS Kemenag

Sementara itu, salah satu guru peserta, Bapak Mohamad Syakur, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali pentingnya pendekatan pendidikan yang humanis. Menurutnya, nilai-nilai cinta perlu diwujudkan melalui interaksi sehari-hari, baik dalam pembelajaran maupun dalam hubungan antara guru dan peserta didik.

Disisi lain, Salah satu murid  kelas VIII E, Jannatul Firdausiyah, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan pengalamannya sebagai peserta didik. Ia berharap suasana belajar di madrasah semakin nyaman, menyenangkan, dan penuh kepedulian.

Melalui pelaksanaan responden Sahabat KBC, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul berharap penguatan Kurikulum Berbasis Cinta dapat terus berkembang dalam budaya madrasah. Dengan kolaborasi seluruh warga madrasah, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi unggul dalam imtaq, iptek, dan akhlakul karimah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *