Banyuputih Kidul, Jatiroto, 20 Juli 2026 – MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi peserta didik, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada bidang keterampilan, karakter, dan kepemimpinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ekstrakurikuler Khitobah (pidato) perdana yang resmi dimulai pada pekan ini. Kegiatan ini menjadi salah satu program baru madrasah sebagai wadah bagi peserta didik yang memiliki minat dan bakat dalam seni berbicara di depan umum.
Ekstrakurikuler yang berlangsung di ruang ekstrakurikuler madrasah ini berjalan dengan tertib, disiplin, namun tetap dikemas dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Meskipun pada pelaksanaan perdana jumlah peserta masih terbatas, hal tersebut tidak mengurangi semangat para siswa yang hadir untuk belajar dan mengasah kemampuan berbicara di hadapan audiens. Madrasah optimistis, seiring berjalannya waktu kegiatan ini akan semakin diminati oleh peserta didik lainnya.
Program ekstrakurikuler Khitobah dijadwalkan berlangsung setiap hari Senin setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Melalui latihan yang berkesinambungan, peserta didik akan dibimbing untuk menguasai teknik berbicara, menyusun materi pidato, mengelola intonasi suara, meningkatkan rasa percaya diri, serta menyampaikan pesan dengan bahasa yang santun dan komunikatif.
Secara umum, khitobah merupakan seni menyampaikan gagasan, pesan, maupun ajaran kepada khalayak melalui pidato yang terstruktur, komunikatif, dan persuasif. Dalam tradisi Islam, khitobah menjadi salah satu sarana dakwah yang sangat penting karena mampu menyampaikan nilai-nilai kebaikan, mengajak kepada amar ma’ruf nahi munkar, serta membangun karakter umat melalui lisan yang bijaksana. Oleh karena itu, kemampuan berbicara di depan umum menjadi bekal berharga bagi peserta didik, baik dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun ketika mereka terjun di tengah masyarakat.
Pelaksanaan ekstrakurikuler ini juga selaras dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang sedang diterapkan di MTs Miftahul Ulum. Dalam KBC, peserta didik didorong untuk membangun budaya komunikasi yang dilandasi cinta kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa. Melalui kegiatan khitobah, siswa tidak hanya belajar menyampaikan pidato, tetapi juga belajar menebarkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, akhlak mulia, dan semangat persaudaraan dalam setiap pesan yang mereka sampaikan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian nyata dalam mewujudkan visi madrasah, yaitu “Unggul dalam IMTAQ, IPTEK, dan Berakhlaqul Karimah.” Kemampuan berpidato bukan sekadar keterampilan berbicara, tetapi juga sarana membentuk karakter pemimpin yang percaya diri, berwawasan luas, mampu menyampaikan ide secara santun, serta memiliki keberanian untuk tampil di depan publik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.
Salah satu peserta didik yang mengikuti kegiatan perdana mengaku sangat antusias mengikuti ekstrakurikuler tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menantang.
“Awalnya saya merasa gugup saat diminta berbicara di depan teman-teman. Namun setelah mendapatkan arahan dari pembina, saya mulai percaya diri. Saya berharap bisa terus belajar agar suatu saat mampu menyampaikan pidato dengan baik di berbagai perlombaan maupun kegiatan madrasah,” ungkap salah seorang peserta.
Baca juga : Menuju Madrasah Digital, MTs Miftahul Ulum Bekali Siswa dengan Keterampilan Komputer dan Multimedia
Sementara itu, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa ekstrakurikuler Khitobah merupakan investasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Kami ingin memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Khitobah bukan hanya melatih keberanian berbicara, tetapi juga membentuk pola pikir yang kritis, komunikasi yang santun, serta karakter Islami yang kuat. Harapan kami, melalui program ini akan lahir generasi muda yang mampu menjadi pemimpin, dai, maupun juru bicara yang membawa manfaat bagi masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dan visi madrasah,” tutur beliau. Dengan dimulainya ekstrakurikuler Khitobah ini, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya mencetak peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang percaya diri, komunikatif, berakhlakul karimah, serta siap menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi agama, bangsa, dan masyarakat.



