Banyuputih Kidul Jatiroto, 04 Agustus 2026, – Komitmen dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan dan tata kelola madrasah terus ditunjukkan oleh Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., melalui keikutsertaannya pada hari kedua Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Lumajang di Hotel Aby Sukodono.
Pada hari kedua, peserta mengikuti tiga sesi materi yang dirancang untuk memperkuat kompetensi kepala madrasah dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Sesi pertama menghadirkan Bapak Dr. H. Makmun Hidayat, M.Pd. dengan materi Analisis Implementasi Kurikulum di Madrasah. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kepala madrasah memahami implementasi kurikulum secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi. Kurikulum tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus benar-benar diterapkan secara efektif agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai pendidikan Islam.
Pada sesi kedua, Bapak H. Machzudi, S.Ag., M.Si. menyampaikan materi Membangun Jejaring Madrasah. Beliau menjelaskan bahwa kemajuan madrasah tidak dapat dicapai secara sendiri, melainkan memerlukan sinergi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, komite madrasah, dunia usaha, alumni, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan lainnya. Jejaring yang kuat akan membuka peluang kerja sama, peningkatan mutu program, serta memperluas kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.
Baca Juga : Kepala MTs Miftahul Ulum Ikuti Diklat Kepala Madrasah untuk Wujudkan Madrasah Adaptif dan Berdaya Saing
Sementara itu, sesi ketiga diisi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang dengan materi Nilai-Nilai Dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama. Materi ini mengajak seluruh kepala madrasah untuk menjadikan nilai-nilai dasar ASN Kementerian Agama sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan pendidikan yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Dari ketiga sesi tersebut, terdapat beberapa poin penting yang menjadi bekal bagi seluruh peserta.
Pertama, setiap langkah kepala madrasah dan tenaga kependidikan harus dilandasi niat yang ikhlas karena Allah SWT. Keikhlasan merupakan pondasi utama dalam menjalankan amanah pendidikan. Dengan niat yang benar, setiap program, pelayanan, maupun pengambilan keputusan akan bernilai ibadah sekaligus menghadirkan keberkahan bagi seluruh warga madrasah.
Kedua, madrasah harus terus berinovasi dan aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan publikasi. Di era digital, berbagai kegiatan, prestasi, dan program unggulan perlu disampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan positif. Media sosial menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperkenalkan wajah madrasah yang aktif, kreatif, dan terus berkembang.
Ketiga, kepala madrasah dituntut menjadi pemimpin yang adaptif. Pemimpin adaptif mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, perubahan kebijakan pendidikan, serta kebutuhan peserta didik yang semakin dinamis. Lebih dari itu, setiap perubahan harus dipandang sebagai peluang untuk melakukan inovasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Keempat, seluruh stakeholder madrasah harus berjalan dalam satu irama melalui kepemimpinan kolektif dan kolegial. Setiap keputusan yang telah disepakati bersama hendaknya didukung dan dilaksanakan oleh seluruh unsur madrasah, mulai dari kepala madrasah, wakil kepala, guru, tenaga kependidikan, komite, hingga yayasan. Kekompakan dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi dan misi madrasah.
Kelima, hubungan yang harmonis antara madrasah dan wali santri harus terus diperkuat. Wali santri merupakan mitra utama dalam mendidik peserta didik. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka, pelayanan yang baik, serta keterlibatan orang tua dalam berbagai program madrasah akan menciptakan sinergi yang positif demi keberhasilan pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang semakin memperkuat semangatnya dalam memimpin madrasah.
“Materi yang kami terima hari ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Kami semakin memahami bahwa keberhasilan madrasah tidak hanya ditentukan oleh kualitas program, tetapi juga oleh keikhlasan dalam mengabdi, kemampuan berinovasi, membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, serta menjalin hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder, khususnya wali santri. Insyaallah, seluruh ilmu yang kami peroleh akan kami implementasikan untuk terus meningkatkan mutu MTs Miftahul Ulum,” ungkap beliau.
Melalui keikutsertaan dalam diklat ini, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto berharap dapat terus menghadirkan berbagai inovasi, memperkuat budaya kolaborasi, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan kepemimpinan yang adaptif, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman, madrasah optimis mampu mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, berakhlakul karimah, serta siap menghadapi tantangan masa depan.






