Merawat Cinta Rasul melalui Lantunan Selawat, Ekstrakurikuler Al-Banjari MTs Miftahul Ulum Terus Berkembang

Banyuputih Kidul Jatiroto, 15 Oktober 2026, – Lantunan selawat yang berpadu dengan tabuhan rebana menghadirkan suasana religius dalam kegiatan ekstrakurikuler Al-Banjari MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Lumajang. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah unggulan madrasah dalam mengembangkan bakat dan minat peserta didik di bidang seni islami sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.

Kegiatan ekstrakurikuler Al-Banjari dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin dan Kamis, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai atau setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) berakhir. Bertempat di ruang ekstrakurikuler madrasah, kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX yang telah melalui proses seleksi berdasarkan minat, bakat, potensi, serta kesungguhan dalam mengembangkan seni musik islami.

Seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah untuk membentuk tim Al-Banjari yang memiliki komitmen dalam berlatih dan mengembangkan kemampuan. Meski kegiatan pembelajaran di kelas telah usai, para peserta tetap meluangkan waktu untuk berlatih, mengasah keterampilan, dan membangun kekompakan bersama.

Suasana latihan berlangsung dengan semangat kebersamaan. Para peserta mempersiapkan alat rebana, mempelajari ketukan, menyelaraskan irama, hingga melantunkan selawat secara bersama-sama. Setiap ketukan membutuhkan ketepatan, sementara setiap lantunan selawat memerlukan keselarasan agar menghasilkan perpaduan suara yang indah dan harmonis.

Baca juga : Al-Banjari MTs Miftahul Ulum: Bershalawat, Berkarya, dan Menumbuhkan Akhlakul Karimah

Dalam proses tersebut, peserta didik belajar bahwa bermain Al-Banjari bukan sekadar kemampuan memukul rebana mengikuti irama. Dibutuhkan kedisiplinan, kesabaran, konsentrasi, tanggung jawab, dan kemauan untuk saling mendengarkan. Kekompakan hanya dapat terwujud ketika setiap anggota mampu menempatkan diri dan menghargai peran anggota lainnya.

Lebih dari sekadar kegiatan seni, Al-Banjari juga menjadi sarana pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman. Melalui lantunan selawat, peserta didik diajak untuk semakin mengenal dan mencintai Rasulullah saw. Nilai-nilai keteladanan beliau diharapkan dapat tumbuh dalam perilaku sehari-hari, baik dalam bertutur kata, menghormati guru, menyayangi sesama, maupun menjaga akhlak di lingkungan madrasah dan masyarakat.

Kegiatan ini selaras dengan visi MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, yaitu “Mewujudkan Generasi Unggul dalam Imtaq, Iptek dan Berakhlakul Karimah.” Melalui pengembangan seni islami, madrasah berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, kreativitas, dan penguatan keimanan peserta didik.

Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., berharap kegiatan ekstrakurikuler Al-Banjari dapat terus berkembang menjadi ruang positif bagi peserta didik untuk mengasah potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap selawat dan tradisi keislaman. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk membawa nama baik madrasah melalui seni islami.

Baca juga : Afka Fairuz Al Mahda Wakili MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul di KEJURKAB Badminton Lumajang

Melalui lantunan selawat dan irama rebana, MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto terus berupaya menumbuhkan generasi yang kreatif, kompak, religius, dan berakhlakul karimah. Sebab, dari setiap ketukan rebana dan lantunan selawat, tersimpan pelajaran tentang kebersamaan, ketekunan, serta cinta kepada Rasulullah saw. yang diharapkan terus tumbuh dalam hati para murid.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *