Workshop Peningkatan Kompetensi Guru pada Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto

Banyuputih kidul,15 September 2025– Seluruh guru dan tenaga kependidikan MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto mengikuti workshop dalam rangka peningkatan kompetensi guru pada Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini bertempat di laboratorium komputer MTs Miftahul Ulum dan diisi langsung oleh pengawas bina madrasah, Bapak Ruli Widayadi, S.Ag., M.A.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan nilai kasih sayang, ketulusan, dan pendekatan humanis dalam proses pembelajaran. Dengan penerapan KBC, diharapkan para guru mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan, penuh empati, serta dapat menumbuhkan karakter positif pada peserta didik.

Dalam pemaparannya, Beliau menekankan bahwa KBC bukan hanya sebatas metode pembelajaran, tetapi juga sebuah filosofi yang harus diinternalisasikan dalam keseharian pendidik. “Guru yang mendidik dengan cinta akan melahirkan generasi yang berakhlak, cerdas, dan berkarakter. Kunci keberhasilan pendidikan ada pada hati yang ikhlas dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Kepala MTs Miftahul Ulum, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., memberikan tanggapan positif terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa workshop ini menjadi bekal penting bagi seluruh guru untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat visi madrasah dalam mencetak generasi yang unggul dan berkarakter. “Kami sangat bersyukur atas arahan yang diberikan oleh Bapak Pengawas. Semoga apa yang dipelajari hari ini bisa segera diterapkan di kelas, sehingga madrasah kita semakin maju dan peserta didik semakin termotivasi dalam belajar,” ungkapnya.

Hadir pula Ketua Yayasan Miftahul Ulum, Ustad H. Sholeh Ardiansyah, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa yayasan akan selalu mendukung penuh setiap langkah peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. “Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan adanya workshop KBC ini, kami berharap seluruh guru mampu mengajar dengan hati, sehingga anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Yayasan akan terus berkomitmen untuk mendukung program-program yang dapat membawa kemajuan bagi madrasah,” tuturnya.

Beberapa guru turut memberikan kesan dan tanggapannya. Bapak Muhammad Halimi, S.Pd.I., selaku guru Sejarah Kebudayaan Islam menyampaikan rasa syukur dan manfaat yang didapat dari workshop ini. “Materi yang kami terima sangat membuka wawasan baru. KBC memberi inspirasi bagi kami untuk lebih tulus dalam mendidik dan lebih dekat dengan peserta didik. InsyaAllah akan kami terapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum MTs Miftahul Ulum, Bapak Erik Abdul Aziz, S.Pd., menilai workshop ini sangat mendukung pengembangan kurikulum di madrasah. “KBC sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan berprestasi. Kami akan berusaha mengintegrasikan konsep ini dalam perencanaan pembelajaran agar manfaatnya bisa dirasakan secara nyata oleh siswa,” ungkapnya.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, terlihat dari interaksi aktif dalam sesi diskusi dan praktik implementasi KBC di kelas. Workshop ini diakhiri dengan doa bersama dan foto kenangan seluruh peserta sebagai simbol komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi serta menguatkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto.

Oleh  :

TIM MEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *