Peserta Catur MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Matangkan Persiapan PORSENI

Banyuputih Kidul Jatiroto, 29 September 2026, – Papan catur terbentang di lantai madrasah. Bidak-bidak tersusun rapi menunggu dimainkan. Suasana latihan terlihat tenang, tetapi perhatian murid tertuju penuh pada setiap petak di hadapan mereka. Sesekali tangan bergerak memindahkan bidak, kemudian kembali terdiam sambil membaca kemungkinan langkah berikutnya. Begitulah suasana pembinaan cabang catur MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto dalam persiapan menghadapi PORSENI tingkat KKMTs Wilker-2.

Di bawah arahan Bapak Agus Santoso, S.Pd. selaku pembina, murid tidak sekadar diajak bermain catur. Mereka dilatih memahami bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi. Sebelum memindahkan bidak, peserta harus mempertimbangkan posisi sendiri, membaca kemungkinan strategi lawan, serta menentukan langkah yang paling tepat.

Latihan berlangsung melalui permainan langsung dan simulasi pertandingan. Murid mencoba berbagai pola permainan, mempelajari pembukaan, mengatur strategi, membaca posisi, hingga melakukan evaluasi setelah permainan selesai. Ketika sebuah langkah kurang tepat, pembina memberikan arahan dan mengajak peserta melihat kembali posisi permainan untuk menemukan kemungkinan strategi yang lebih baik.

Baca juga : Samakan Persepsi dan Perkuat Komitmen, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Ikuti Rapat Triwulan ke-3 KKMTs Lumajang

Tidak jarang suasana menjadi lebih hening ketika permainan memasuki posisi sulit. Murid tampak berpikir lebih lama sebelum menentukan langkah. Ada yang memperhatikan seluruh papan, ada pula yang mencoba memperkirakan beberapa langkah ke depan. Dari suasana sederhana tersebut, murid belajar bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh kecepatan bergerak, tetapi juga oleh kesabaran, ketelitian, konsentrasi, dan kemampuan mengambil keputusan.

Bapak Agus Santoso, S.Pd. menyampaikan bahwa proses pembinaan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan murid menghadapi PORSENI.

“Dalam catur, anak-anak belajar bahwa setiap keputusan harus dipikirkan dengan matang. Jangan terburu-buru. Mereka harus mampu membaca situasi, mengendalikan emosi, dan bertanggung jawab terhadap setiap langkah. Bagi kami, PORSENI bukan hanya tentang hasil pertandingan, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman dan belajar menjadi pemain yang sportif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap proses pembinaan tersebut. Menurutnya, kegiatan PORSENI menjadi salah satu ruang bagi madrasah untuk menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik.

“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas madrasah adalah memberikan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang. Melalui catur, anak-anak belajar berpikir strategis, sabar, disiplin, dan mampu mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam kehidupan dan sejalan dengan visi madrasah, yaitu ‘Mewujudkan Generasi Unggul dalam Imtaq, Iptek dan Berakhlakul Karimah’,” tuturnya.

Baca juga : Seleksi PORSENI Cabang Bola Voli, MTs Miftahul Ulum Jaring Talenta Terbaik

Bagi murid, setiap sesi latihan menjadi pengalaman berharga. Mereka tidak hanya belajar bagaimana menggerakkan bidak, tetapi juga belajar menghadapi tekanan, menerima kesalahan, menghargai lawan, dan memperbaiki strategi.

Pembinaan akan terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju PORSENI KKMTs Wilker-2. Madrasah berharap peserta didik semakin siap secara teknik maupun mental, serta mampu menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi diri dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *